A. Pendahuluan
Guru
profesional abad 21 adalah guru yang terampil dalam pengajaran, mampu membangun
dan mengembangkan hubungan antara guru
dan sekolah dengan komunitas yang luas, dan seorang pembelajar sekaligus agen
perubahan di sekolah (Hargreaves, 1997, 2000). Guru abad 21 dituntut tidak hanya
mampu mengajar dan mengelola kegiatan kelas dengan efektif, namun juga dituntut
untuk mampu membangun hubungan yang efektif dengan siswa dan komunitas sekolah,
menggunakan teknologi untuk mendukung peningkatan mutu pengajaran, serta melakukan
refleksi dan perbaikan praktek pembelajarannya secara terus menerus (Darling,
2006). Di abad 21 telah terjadi transformasi besar pada aspek sosial, ekonomi,
politik dan budaya (Hargreaves, 1997, 2000) yang didorong oleh empat kekuatan
besar yang saling terkait yaitu kemajuan ilmu dan teknologi, perubahan
demograsi, globalisasi dan lingkungan (Mulford, 2008).
Seorang guru harus
memanfaatkan media pembelajaran yang berkaitan dengan teknologi informasi
seperti penggunaan multimedia pembelajaran. Salah satu fungsi utama media
pembelajaran adalah “sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim,
kondisi, dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru.” (Azhar
Arsyad: 2008). Selain itu, guru tidak cukup hanya memiliki pengetahuan tentang
media saja, “akan tetapi juga harus memiliki keterampilan memilih dan
menggunakan media tersebut dengan baik.” (Oemar Hamalik: 1994).
B. Kajian kasus
Observasi penelitian
dilakukan di salah satu SMA Negeri di kota Jambi. Objek
pengamatan saya adalah siswa-siswi kelas XII MIPA 1 dan seorang guru bidang
studi Matematika, materi yang disampaikan adalah Penyajian Data dalam Bentuk
Diagram Garis. Observasi dilakukan dengan cara merekam proses pembelajaran
mulai dari memperhatikan keadaan kelas dari sudut pandang siswa-siswa maupun dari
sudut pandang guru bidang studi. Proses perekaman dilakukan dengan tidak
mengganggu proses pembelajaran, hal ini berguna untuk mempermudah saya selaku
pengamat untuk memberikan solusi media pembelajaran yang cocok untuk mengatasi
masalah yang terjadi pada saat pembelajaran tersebut.
Setelah mengamati rekaman video, permasalah
yang ditemukan dalam proses pembelajaran yaitu.
- Kelas sudah menggunakan media pembelajaran matematika, siswa-siswi belajar dengan bantuan video tentang diagram garis yang ditayangkan didepan kelas. Namun penggunaan media pembelajaran disini masih kurang maksimal karena video yang ditayangkan memiliki durasi yang cukup pendek. Video tersebut hanya menerangkan pengertian diagram garis dan bentuk diagram garis tanpa memberikan contoh soal untuk siswa. Video yang singkat menyebabkan kurang terpenuhinya manfaat media sebagai segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar yang baik pada diri siswa.
- Dalam proses pembelajaran juga dijumpai adanya kecenderungan siswa yang masih enggan bertanya kepada guru meskipun mereka sebenarnya belum mengerti tentang materi yang disampaikan guru. Setelah guru menyampaikan materi, kemudian guru menanyakan kepada siswa bagian mana yang belum mereka mengerti, seringkali siswa hanya diam dan setelah guru memberikan soal latihan barulah beberapa siswa mulai bertanya
- Pada umumnya siswa kurang merespon atau kurang semangat dalam belajar Matematika. Kebanyakan siswa hanya terpaku menjadi penonton sementara arena kelas dikuasai hanya segelintir orang. Suasana kelas perlu direncanakan dan dibangun sedemikian rupa sehingga siswa mendapat kesempatan untuk berinteraksi satu sama lain Hal ini menuntut kemampuan guru untuk menghidupkan suasana kelas dan meransang keaktifan siswa sehingga suasana kelas menjadi lebih semangat dan hidup. Namun guru sangat sulit untuk mengajak siswa turut aktif dalam kegiatan belajar mengajar.
- Meskipun sudah menggunakan multimedia pembelajaran video, siswa masih belum bisa menangkap konsep dengan benar. Hal ini ditunjukkan dengan beberapa pertanyaan yang disampaikan guru, para siswa belum bisa memberikan jawaban. Pemikiran siswa belum sampai kepemahaman, pengetahuan hanya terbatas pada contoh soal, pemahaman konsep dan penalaran materi sebelumnya masih kurang.
Solusi yang ditawarkan
Melalui media pembelajaran
guru akan lebih mudah dalam melaksanakan pembelajaran dan siswa akan lebih
terbantu dan mudah dalam belajar. Media pembelajaran tersebut berbanding lurus
dengan perekembangan teknologi pada era digital saat ini. Dapat disimpulkan
bahwa teknologi menjadi salah satu solusi dalam memecahkan permasalahan dalam
pembelajaran. Berdasarkan masalah pada kajian kasus diatas, penulis memberikan
solusi yaitu berupa penambahan penggunaan multimedia pembelajaran berbasis
presentasi (Microsoft Powerpoint). Penggunaan
Microsoft
Powerpoint ini sesuai dengan landasan teknologis yang menitikberatkan pada
alat-alat yang memudahkan siswa dalam pembelajaran. Pemilihan solusi ini dirasa
tepat karena pada kelas yang diobservasi sudah menggunakan proyektor untuk
penyampaian presentasi di depan kelas. Adanya proyektor jembatan bagi
penyaluran informasi dari media presentasi dikaitkan dengan landasan empiris multimedia.
Artinya solusi yang ditawarkan sudah memenuhi landasan empiris multimedia
tentang bagaimana memanfaatkan media yang ada secara maksimal.
Dengan menggunakan Microsoft Powerpoint penyampaian materi dapat lebih padat karena
guru ataupun siswa kelompok penyaji dapat menuliskan informasi-informasi yang
penting secara lengkap. Sehingga pembelajaran tidak hanya berfokus pada sedikit
informasi yang disampaikan oleh video singkat tersebut. Untuk menghindari suasana
kelas yang pasif, pendesain-an media ini harus disajikan semenarik mungkin
(misalnya padanan warna, pemilihan jenis huruf, hingga efek suara yang
dimunculkan). Dalam menggunakan media pembelajaran hendaknya seorang guru
mengetahui kecenderungan minat dan keinginan siswa agar nantinya materi yang
diajarkan lebih mengena dan memahamkan konsep yang disampaikan, hal ini sesuai dengan
landasan psikologis multimedia pembelajaran.
Penggabungan
animasi gambar grafik diagram garis dan audio pada saat presentasi materi
penyajian data dalam bentuk diagram garis disebut media Audio visual. Menggunakan
media audio-visual lebih tepat dan menguntungkan bagi siswa dari kedua tipe
belajar. Siswa yang memiliki tipe belajar visual akan lebih memperoleh
keuntungan bila pembelajaran menggunakan media visual, seperti gambar, diagram,
video, atau film. Sementara siswa yang memiliki tipe belajar auditif, akan
lebih suka belajar dengan media audio, seperti radio, rekaman suara, atau
ceramah guru. Berdasarkan landasan rasional empiris tersebut, maka pemilihan
media pembelajaran hendaknya jangan atas dasar kesukaan guru, tetapi harus
mempertimbangkan kesesuaian antara karakteristik pebelajar, karakteristik
materi pelajaran, dan karakteristik media itu sendiri.
Penggunaan media presentasi Powerpoint juga dapat dikolaborasikan
dengan penambahan video edukasi yang memotivasi pada saat pembelajaran misalnya
ketika siswa sudah mulai jenuh dalam pembelajaran, media dapat menjadi solusi
untuk membangkitkan semangat siswa misalnya dengan menayangkan video senam
jari, stand up comedy dan lain-lain.
Demikian yang dapat penulis sampaikan, bagi pembaca dipersilahkan untuk memberikan komentas, saran, dan kritik yang membangun, Terimakasih
Semoga bermanfaat
Sumber:
Azhar Arsyad, Media Pengajaran, Jakarta: Raja Grafindo Persada,
2010
Darling, Linda., H. (2006). Constructing 21st century teacher
education. Journal of teacher education, 57. 300-314
Hargreaves, A. & Fullan, M.
(2000). Mentoring in the new millennium.
ProQuest Education Journals, 39 (1), 50-56.
Hargreaves, Andy. (1997). The four ages of professionalism and
professional learning. UNICORN, 23(2). 86-114
Mulford, B. (2008). The leadership challenge: improving learning
in schools. Australian Education Review. Victoria: ACER Press.
Oemar Hamalik. (1994). Media
Pendidikan, Bandung: Citra Aditya Bakti
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusBerdasarkan pemaparan penulis mengenai permasalahan tsb... sebenarnya sekolah tersebut sudah menggunakan media yang tujuannya untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di awal-awal pertemuan...
BalasHapusJadi menurut saya permasalahan bukan dari guru, namun dari peserta didiknya...