Berdasarkan hasil
observasi yang dilakukan pada tanggal 06 September 2018 di salah satu SMA
Negeri Kota Jambi, didapatlah beberapa permasalahan dalam proses pembelajaran
yang telah dipaparkan pada postingan blog sebelumnya pada tanggal 11 September
2018. Dari permasalahan yang ditemukan, multimedia yang ditawarkan penulis
yaitu multimedia presentasi dari Microsoft
yaitu Microsoft PowerPoint. Microsoft PowerPoint atau Microsoft Office PowerPoint atau PowerPoint adalah sebuah program
komputer
untuk presentasi
yang dikembangkan oleh Microsoft di dalam paket aplikasi kantoran
mereka, Microsoft Office, selain Microsoft
Word, Excel, Access
dan beberapa program lainnya. PowerPoint berjalan di atas komputer PC
berbasis sistem operasi Microsoft
Windows dan juga Apple
Macintosh yang menggunakan sistem
operasi Apple Mac OS,
meskipun pada awalnya aplikasi ini berjalan di atas sistem operasi Xenix. Aplikasi ini sangat
banyak digunakan, apalagi oleh kalangan perkantoran dan pebisnis, para
pendidik, siswa,
dan trainer. Dimulai pada
versi Microsoft
Office System 2003, Microsoft mengganti nama dari sebelumnya
Microsoft PowerPoint saja menjadi Microsoft Office PowerPoint. Lalu, pada
Office 2013, namanya cukup disingkat PowerPoint. Versi terbaru dari PowerPoint
adalah versi 15 (Microsoft Office PowerPoint 2013), yang tergabung ke dalam
paket Microsoft Office 2013. Versi terbaru adalah
Microsoft Office PowerPoint 2013 (PowerPoint 15). Versi ini dirilis pada bulan
Januari 2013, yang merupakan sebuah lompatan yang cukup jauh dari segi
antarmuka pengguna dan kemampuan grafik yang ditingkatkan. Selain itu,
dibandingkan dengan format data sebelumnya yang merupakan data biner dengan
ekstensi
*.ppt, versi ini
menawarkan format data XML
dengan ekstensi.
Penjelasan tentang Media Pembelajaran yang dirancang oleh penulis
Multimedia Pembelajaran
Powerpoint yang penulis tawarkan yaitu terdiri dari 9 slide presentasi yang
berisi bahan ajar yang akan disampaikan oleh seorang pendidik. Latar dan background
dari setiap slide dikombinasikan dengan memperhatikan karakteristik peserta
didik. Misalnya saja penulis menggunakan desain kontemporer yaitu paduan konsep
masa kini dan masa depan dengan warna elemen dasar hitam dan putih yang
memberikan kesan elegan. Pengurangan gambar animasi kartun dan warna warni
dalam tampilan slide sesuai dengan karakter peserta didik kelas 12 yang telah
memasuki usia peralihan dari anak-anak menuju remaja.
Pada slide pertama
ditampilkan submenu-submenu yang akan diajarkan oleh pendidik. Penggunaan submenu
tersebut juga sangat mudah, pendidik hanya meng”klik” pada bagian materi yang
ingin dijelaskan.
Slide materi tentang
diagram garis terdiri dari pengertian diagram garis, tabel, dan contoh bentuk
dari diagram garis. Pada slide ini menggunakan prinsip pengembangan multimedia
yaitu prinsip multimedia. Menurut Mayer (2009:93) murid bisa belajar lebih baik
dari kata-kata dan gambar-gambar daripada kata-kata saja.
Slide penyajian data terdiri
dari kalimat yang dilengkapi gambar. Pada slide ini menggunakan animasi
bergerak dimana ketika mengklik pada bagian sumbu mendatar, maka secara
langsung akan muncul gamabar dari garis mendatar (horizontal). Begitu juga
ketika mengklik bagain sumbu tegak (vertikal), maka akan muncul gambar dari
garis tegak (Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada video saya). Pada slide
ini menggunakan prinsip keterdekatan waktu dimana saat kata-kata dan gamabar
yang terkait disajikan saling berdekatan dan tidak berjauhan artinya terdapat
koherensi diantara kata dan gambar.
Slide mengenai
langkah-langkah pembuatan diagram garis, tidak diberi gambar atau animasi
bergerak hal ini karena menurut penulis agar informasi yang disampaikan oleh
pendidik dapat tersampaikan secara optimal. Ketika menambahkan gambar dan
animasi bergerak, pemikiran peserta didik hanya akan tertuju pada gambar
tersebut. Prinsip koherensi dimana ketika menambahkan gambar yang tidak sesuai
dengan konteks akan membuat kesalahan penafsiran dari materi yang disampaikan.
Dua slide diatas dirancang berdasarkan prinsip
personalisasi, prinsip kontiguitas, dan prinsip keterdekatan waktu. Clark &
Mayer (2011:184) menyatakan bahwa riset dalam proses diskursus menunjukkan
bahwa manusia bekerja lebih keras untuk memahami materi saat mereka merasa
berada dalam percakapan dengan seorang teman, daripada sekadar menerima
informasi. Mengekspresikan informasi dalam gaya percakapan yang ringan merupakan
cara untuk mempersiapkan proses kognitif siswa. Sedangkan untuk keterdekatan
waktu, Mayer (2009:141) beralasan bahwa saat bagian narasi dan bagian animasi
terkait disajikan dalam waktu bersamaan, siswa lebih mungkin bisa membentuk
representasi mental atas keduanya dalam memori kerja pada waktu bersamaan. Hal
ini lebih memungkinkan siswa untuk membangun hubungan mental antara
representasi verbal dan representasi visual. Hal ini ditunjukkan ketika
mengklik langkah yang pertama maka akan muncul secara otomatis animasi garis
mendatar dan garis tegak, begitu juga seterusnya.
Selain solusi diatas penulis juga memberikan solusi lain yaitu berupa alat peraga yang diberi nama papan diagram garis. Alat peraga ini dibuat dengan menggunakan potongan sterofom yang telah ditempel angka-angka koordinat untuk menghubungkan titik titik pada diagram garis. Selain itu juga diperlukan push pin (paku papan mading) dan seutas tali.Alat peraga ini digunakan untuk menyatakan konsep abstrak menjadi konsep konkret. Sehingga pemahaman peserta didik dapat diperkuat dengan adanya Media Pembelajaran dan juga alat peraga. Cara penggunaan, dapat dilihat pada video saya.
Demikianlah pemaparan saya, dipersilahkan bagi teman-teman, kakak-kakak, dan abang-abang yang ingin bertanya, mengomentari, dan memberikan saran pada tulisan saya. Terima kasih :)
Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Microsoft_PowerPoint
Tidak ada komentar:
Posting Komentar