Senin, 27 Agustus 2018

Landasan Teoritis Multimedia Pembelajaran


Untuk memahami konsep multimedia pembelajaran, ada baiknya kita pahami terlebih dahulu pengertian multimedia dan pembelajaran. Multimedia adalah media yang menggabungkan dua unsur atau lebih media yang terdiri dari teks, grafis, gambar, foto, audio, video dan animasi secara terintegrasi. Robin dan Linda (2001): Multimedia adalah alat yang dapat menciptakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, audio dan video. Vaughan (2004, p1) : Multimedia adalah beberapa kombinasi dari teks, gambar, suara, animasi dan video dikirim ke anda melalui komputer atau alat elektronik lainnya atau dengan manipulasi digital.
Multimedia terbagi menjadi dua kategori, yaitu: multimedia linier dan multimedia interaktif. Multimedia linier adalah suatu multimedia yang tidak dilengkapi dengan alat pengontrol apapun yang dapat dioperasikan oleh pengguna. Multimedia ini berjalan sekuensial (berurutan), contohnya: TV dan film. Riyana (2007:5), “multimedia Interaktif merupakan alat atau sarana pembelajaran yang berisi materi, metode, batasan- batasan, dan cara mengevaluasi yang dirancang secara sistematis dan menarik untuk mencapai kompetensi/subkompetensi mata pelajaran yang diharapkan sesuai dengan tingkat kompleksitasnya”.Contoh multimedia interaktif adalah: multimedia pembelajaran interaktif, aplikasi game, dll.
Sedangkan pembelajaran diartikan sebagai proses penciptaan lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses belajar. Jadi dalam pembelajaran yang utama adalah bagaimana siswa belajar. Belajar dalam pengertian aktifitas mental siswa dalam berinteraksi dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan perilaku yang bersifat relatif konstan. Dari uraian di atas, apabila kedua konsep tersebut kita gabungkan maka multimedia pembelajaran dapat diartikan sebagai aplikasi multimedia yang digunakan dalam proses pembelajran, dengan kata lain untuk menyalurkan pesan (pengetahuan, keterampilan dan sikap) serta dapat merangsang piliran, perasaan, perhatian dan kemauan yang belajar sehingga secara sengaja proses belajar terjadi, bertujuan dan terkendali.
Tujuan umum penggunaan multimedia dalam pembelajaran menurut Andersen& Brink (2013) adalah:

  • Mengkontruksi pengetahuan yang bermakna dan dapat dimengerti. Ini berarti pengembangan system yang terstruktur baik dalam sebuah disiplin ilmu, anatr disiplin ilmu dan berorientasi pada kehidupam sehari-hari yang fleksibel dan memiliki kompetensi, kemampuan, keahlian, dan konten pengetahuan yang bermanfaat.
  •  Mengkontruksi pengetahuan yang dapat diaplikasikan. Maksudnya adalah bagaimana mentransfer pengetahuan yang bebrmakna dan dimengerti ke dalam pengetahuan yang dapat diaplikasikan.
  •  Mengkontruksi pengetahuan tentang belajar. Kompetensi yang penting ini memungkinkan peserta didik menjadi ahli dalam proses belajar secara mandiri. Sebagai akibatnya, refleksi dan metakognisi dalam proses belajar akan mendukung kontruksi pengetahuan secara bermakna dan dapat dimengerti sebagaimana pengetahuan yang dapat diaplikasikan.

Landasan Media Pembelajaran menurut Workshop Media Pembelajaran bagi Guru-Guru SMA Negeri Banjar Angkan Pada tanggal 10 Januari 2007 di Banjar Angkan Klungkun dengan Pemakalah adalah Guru Besar Tetap Bidang Pendidikan Fisika Di Fakultas Pendidikan Matematika dan Iilmu Pengetahuan Alam Universitas Pendidikan Ganesha

Landasan Filosofis
Didalam landasan filosofis terdapat suatu pandangan bahwa “dengan digunakannya berbagai jenis media hasil teknologi baru didalam kelas, akan berakibat proses pembelajaran yang kurang manusiawi”. Dengan kata lain, penerapan teknologi dalam pembelajaran akan terjadi dehumanisasi. Benarkah pendapat tersebut? Bukankah dengan adanya berbagai media pembelajaran justru siswa dapat mempunyai banyak pilihan untuk digunakan media yang lebih sesuai dengan karakteristik pribadinya? Dengan kata lain, siswa dihargai harkat kemanusiaannya diberi kebebasan untuk menentukan pilihan, baik cara maupun alat belajar sesuai dengan kemampuannya. Dengan demikian, penerapan teknologi tidak berarti dehumanisasi.
Sebenarnya perbedaan pendapat tersebut tidak perlu muncul, yang penting bagaimana pandangan guru terhadap siswa dalam proses pembelajaran. Jika guru menganggap siswa sebagai anak manusia yang memiliki kepribadian, harga diri, motivasi, dan memiliki kemampuan pribadi yang berbeda dengan yang lain, maka baik menggunakan media hasil teknologi baru atau tidak, proses pembelajaran yang dilakukan akan tetap menggunakan pendekatan humanis.

Landasan Psikologis
Landasan psikologis penggunaan media pembelajaran ialah alasan atau rasional mengapa media pembelajaran dipergunakan dari kondisi pebelajar dan bagaimana proses belajar itu terjadi. Walaupun telah diketahui adanya pandangan yang berbeda tentang belajar dan bagaimana belajar itu terjadi, namun dapat dikatakan bahwa belajar itu adalah suatu proses yang mengakibatkan adanya perubahan perilaku oleh adanya pengalaman. Perubahan perilaku itu dapat berupa bertambahnya pengetahuan, diperolehnya keterampilan atau kecekatan dan berubahnya sikap seseorang yang telah belajar.
Dengan memperhatikan kompleks dan uniknya proses belajar, maka ketepatan pemilihan media dan metode pembelajaran akan sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Di samping itu, persepsi siswa juga sangat mempengaruhi hasil belajar. Oleh sebab itu, dalam pemilihan media, di samping memperhatikan kompleksitas dan keunikan proses belajar, memahami makna persepsiserta faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penjelasan persepsi hendaknya diupayakan secara optimal agar proses pembelajaran dapat berangsung secara efektif.

Landasan Teknologis
Teknologi pembelajaran teori dan praktek perancangan, pengembangan, penerapan, pengelolaan, penilaian proses dan sumber belajar. Jadi teknologi pembelajaran merupakan proses kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari solusi masalah dimana kegiatan belajar itu mempunyai tujuan dan terkontrol.
Sasaran akhir dari teknologi pembelajaran adalah memudahkan pelajar untuk belajar. Untuk mencapai sasaran akhir ini, teknolog-teknolog di bidang pembelajaran mengembangkan berbagai sumber belajar untuk memenuhi kebutuhan setiap pebelajar sesuai dengan karakteristiknya. Dalam upaya itu, teknologi mulai berkerja dari pengembangan dan pengujian teori-teori tentang berbagai media pembelajaran melalui penelitian ilmiah, dilanjutkan dengan pengembangan disainnya, produksi, evaluasi dan memilih media yang telah diproduksi, pembuatan katalog untuk memudahkan layanan penggunaannya, mengembangkan prosedur penggunaannya, dan akhirnya menggunakan baik pada tingkat kelas maupun pada tingkat yang lebih luas lagi (diseminasi).

Landasan Empiris
Berbagai temuan penelitian menunjukkan bahwa ada interaksi anatara penggunaan media pembelajaran dan karakteristik belajar siswa dalam menentukan hasil belajar siswa. Artinya, bahwa siswa akan mendapat keuntungan yang signifikan bila ia belajar dengan menggunakan media yang sesuai dengan karakteristiknya. Siswa yang memiliki gaya belajar visual akan lebih mendapatkan keuntungan dari menggunakan media visual, seperti film, video, gambar atau diagram. Sedangkan siswa yang memiliki gaya belajar auditif lebih mendapatkan keuntungan dari penggunaan media pembelajaran auditif, seperti rekaman suara , radio atau ceramah dari guru/ pengajar. Akan lebih tepat dan menguntungkan siswa  dari kedua tipe belajar tersebut jika menggunakan media audio-visual.

Berdasarkan pemaparan tentang landasan-landasan media pembelajaran diatas, apa yang menjadi faktor pendukung dalam landasan empiris sehingga media pembelajaran dapat menunjang proses pembelajaran yang interaktif.


Sumber
Cheppy Riyana. 2007. Pedoman Pengembangan Media Video. Jakarta: P3AI UPI.

M.Rusli, dkk. (2017). Multimedia Pembelajaran yang Inovatif:Prinsip dasar dan model pengembangan. Yogyakarta: ANDI Offset

Robin dan Linda, (2001), Alat yang dapat menciptakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik,animasi, audio dan video.

Vaughan, Tay. (2004). Multimedia: Making It Work. Edisi VI. McGraw-Hill Companies, Inc.

5 komentar:

  1. Menurut saya, faktor pendukung dalam landasan empiris yang dapat menunjang proses pembelajaran yang interaktif yaitu kesiapan siswa dan guru, diantaranya faktor minat dan perhatian, faktor motivasi, faktor latar atau konteks, serta faktor perbedaan individu.

    BalasHapus
  2. Menurut say faktor pendukung dalam landasan empiris yang dapat menunjang proses pembelajaran yang interaktif yaitu trknologi yang memadai pada sekolah siswa tersebut. Karena teknologi yg mampu menyeragamkan siswa yg beragam akan mampu membuat pembelajaran lebih interaktif

    BalasHapus
  3. Menurut saya faktor pendukung landasan empiris adalah pertimbangan kesesuaian antara karakteristik yang satu dengan yang lainnya.

    BalasHapus
  4. Apa pendapat peneliti tentang dehumanisasi ? Jika dalam proses penggunaan multimedia terjadi dehumanisasi apa yg anda lakukan sebagai pengajar

    BalasHapus
  5. Multimedia memiliki tujuan yang jelas dalam pembelajaran yang ingin saya tanyakan pada penulis. Siapa orang yang pertama kali memperkenalkan multimedia dan apa hakikat dalam perkembangan multimedia

    BalasHapus

Weekly Journal

Weekly Journal Nama    : Wira Novantri NIM     : P2A918013 Materi Perkulaiahan : Criteria for authentic assessment of mathematics: U...