Untuk
memahami konsep multimedia pembelajaran, ada baiknya kita pahami terlebih
dahulu pengertian multimedia dan pembelajaran. Multimedia adalah media yang
menggabungkan dua unsur atau lebih media yang terdiri dari teks, grafis,
gambar, foto, audio, video dan animasi secara terintegrasi. Robin dan Linda (2001): Multimedia
adalah alat yang dapat menciptakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang
mengkombinasikan teks, grafik, animasi, audio dan video. Vaughan (2004, p1) :
Multimedia adalah beberapa kombinasi dari teks, gambar, suara, animasi dan
video dikirim ke anda melalui komputer atau alat elektronik lainnya atau dengan
manipulasi digital.
Multimedia
terbagi menjadi dua kategori, yaitu: multimedia linier dan multimedia interaktif.
Multimedia linier adalah suatu multimedia yang tidak dilengkapi dengan
alat pengontrol apapun yang dapat dioperasikan oleh pengguna. Multimedia ini
berjalan sekuensial (berurutan), contohnya: TV dan film. Riyana (2007:5), “multimedia Interaktif
merupakan alat atau sarana pembelajaran yang berisi materi, metode, batasan- batasan,
dan cara mengevaluasi yang dirancang secara sistematis dan menarik untuk mencapai
kompetensi/subkompetensi mata pelajaran yang diharapkan sesuai dengan tingkat
kompleksitasnya”.Contoh multimedia interaktif adalah:
multimedia pembelajaran interaktif, aplikasi game, dll.
Sedangkan pembelajaran diartikan
sebagai proses penciptaan lingkungan yang memungkinkan
terjadinya proses belajar. Jadi dalam pembelajaran yang utama adalah bagaimana
siswa belajar. Belajar dalam pengertian aktifitas mental siswa dalam
berinteraksi dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan perilaku yang
bersifat relatif konstan. Dari uraian di atas, apabila kedua konsep tersebut
kita gabungkan maka multimedia pembelajaran dapat diartikan sebagai aplikasi
multimedia yang digunakan dalam proses pembelajran, dengan kata lain untuk
menyalurkan pesan (pengetahuan, keterampilan dan sikap) serta dapat merangsang
piliran, perasaan, perhatian dan kemauan yang belajar sehingga secara sengaja
proses belajar terjadi, bertujuan dan terkendali.
Tujuan umum penggunaan multimedia
dalam pembelajaran menurut Andersen& Brink (2013) adalah:
- Mengkontruksi pengetahuan yang bermakna dan dapat dimengerti. Ini berarti pengembangan system yang terstruktur baik dalam sebuah disiplin ilmu, anatr disiplin ilmu dan berorientasi pada kehidupam sehari-hari yang fleksibel dan memiliki kompetensi, kemampuan, keahlian, dan konten pengetahuan yang bermanfaat.
- Mengkontruksi pengetahuan yang dapat diaplikasikan. Maksudnya adalah bagaimana mentransfer pengetahuan yang bebrmakna dan dimengerti ke dalam pengetahuan yang dapat diaplikasikan.
- Mengkontruksi pengetahuan tentang belajar. Kompetensi yang penting ini memungkinkan peserta didik menjadi ahli dalam proses belajar secara mandiri. Sebagai akibatnya, refleksi dan metakognisi dalam proses belajar akan mendukung kontruksi pengetahuan secara bermakna dan dapat dimengerti sebagaimana pengetahuan yang dapat diaplikasikan.
Landasan Media Pembelajaran menurut Workshop Media
Pembelajaran bagi Guru-Guru SMA Negeri Banjar Angkan Pada tanggal 10 Januari
2007 di Banjar Angkan Klungkun dengan Pemakalah adalah Guru Besar Tetap Bidang
Pendidikan Fisika Di Fakultas Pendidikan Matematika dan Iilmu Pengetahuan Alam Universitas
Pendidikan Ganesha
Landasan
Filosofis
Didalam landasan filosofis terdapat
suatu pandangan bahwa “dengan digunakannya berbagai jenis media hasil
teknologi baru didalam kelas, akan berakibat proses pembelajaran yang kurang
manusiawi”. Dengan kata lain, penerapan teknologi dalam pembelajaran akan
terjadi dehumanisasi. Benarkah pendapat tersebut? Bukankah dengan adanya
berbagai media pembelajaran justru siswa dapat mempunyai banyak pilihan untuk
digunakan media yang lebih sesuai dengan karakteristik pribadinya? Dengan kata
lain, siswa dihargai harkat kemanusiaannya diberi kebebasan untuk menentukan
pilihan, baik cara maupun alat belajar sesuai dengan kemampuannya. Dengan
demikian, penerapan teknologi tidak berarti dehumanisasi.
Sebenarnya perbedaan pendapat
tersebut tidak perlu muncul, yang penting bagaimana pandangan guru terhadap
siswa dalam proses pembelajaran. Jika guru menganggap siswa sebagai anak
manusia yang memiliki kepribadian, harga diri, motivasi, dan memiliki kemampuan
pribadi yang berbeda dengan yang lain, maka baik menggunakan media hasil
teknologi baru atau tidak, proses pembelajaran yang dilakukan akan tetap
menggunakan pendekatan humanis.
Landasan
Psikologis
Landasan psikologis penggunaan media pembelajaran ialah
alasan atau rasional mengapa media pembelajaran dipergunakan dari kondisi
pebelajar dan bagaimana proses belajar itu terjadi. Walaupun telah diketahui
adanya pandangan yang berbeda tentang belajar dan bagaimana belajar itu
terjadi, namun dapat dikatakan bahwa belajar itu adalah suatu proses yang
mengakibatkan adanya perubahan perilaku oleh adanya pengalaman. Perubahan
perilaku itu dapat berupa bertambahnya pengetahuan, diperolehnya keterampilan
atau kecekatan dan berubahnya sikap seseorang yang telah belajar.
Dengan memperhatikan kompleks dan
uniknya proses belajar, maka ketepatan pemilihan media dan metode pembelajaran
akan sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Di samping itu, persepsi
siswa juga sangat mempengaruhi hasil belajar. Oleh sebab itu, dalam pemilihan
media, di samping memperhatikan kompleksitas dan keunikan proses
belajar, memahami makna persepsiserta faktor-faktor yang berpengaruh terhadap
penjelasan persepsi hendaknya diupayakan secara optimal agar proses
pembelajaran dapat berangsung secara efektif.
Landasan Teknologis
Teknologi pembelajaran teori dan praktek perancangan,
pengembangan, penerapan, pengelolaan, penilaian proses dan sumber belajar. Jadi
teknologi pembelajaran merupakan proses kompleks dan terpadu yang melibatkan
orang, prosedur, ide, peralatan dan organisasi untuk menganalisis masalah,
mencari solusi masalah dimana kegiatan belajar itu mempunyai tujuan dan
terkontrol.
Sasaran akhir dari teknologi pembelajaran adalah memudahkan
pelajar untuk belajar. Untuk mencapai sasaran akhir ini, teknolog-teknolog di
bidang pembelajaran mengembangkan berbagai sumber belajar untuk memenuhi
kebutuhan setiap pebelajar sesuai dengan karakteristiknya. Dalam upaya itu,
teknologi mulai berkerja dari pengembangan dan pengujian teori-teori tentang
berbagai media pembelajaran melalui penelitian ilmiah, dilanjutkan dengan
pengembangan disainnya, produksi, evaluasi dan memilih media yang telah
diproduksi, pembuatan katalog untuk memudahkan layanan penggunaannya,
mengembangkan prosedur penggunaannya, dan akhirnya menggunakan baik pada
tingkat kelas maupun pada tingkat yang lebih luas lagi (diseminasi).
Landasan Empiris
Berbagai temuan penelitian
menunjukkan bahwa ada interaksi anatara penggunaan media pembelajaran dan
karakteristik belajar siswa dalam menentukan hasil belajar siswa. Artinya,
bahwa siswa akan mendapat keuntungan yang signifikan bila ia belajar dengan
menggunakan media yang sesuai dengan karakteristiknya. Siswa yang memiliki gaya
belajar visual akan lebih mendapatkan keuntungan dari menggunakan media visual,
seperti film, video, gambar atau diagram. Sedangkan siswa yang memiliki gaya
belajar auditif lebih mendapatkan keuntungan dari penggunaan media pembelajaran
auditif, seperti rekaman suara , radio atau ceramah dari guru/ pengajar. Akan
lebih tepat dan menguntungkan siswa dari kedua tipe belajar tersebut jika
menggunakan media audio-visual.
Berdasarkan pemaparan tentang landasan-landasan media pembelajaran diatas, apa yang menjadi faktor pendukung dalam landasan empiris sehingga media pembelajaran dapat menunjang proses pembelajaran yang interaktif.
Sumber
Cheppy Riyana. 2007. Pedoman Pengembangan Media Video.
Jakarta: P3AI UPI.
M.Rusli, dkk. (2017). Multimedia Pembelajaran yang Inovatif:Prinsip
dasar dan model pengembangan. Yogyakarta: ANDI Offset
Robin dan Linda, (2001), Alat yang dapat menciptakan presentasi yang
dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik,animasi, audio dan video.
http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=multimedia_mnggu1&source=web&cd=1&ved=0CC8QFjAA&url=http%3A%2F%2Fsindy.staff.gunadarma.ac.id%2FDownloads%2Ffiles%2F24519%2FMULTIMEDIA_nggu1.pdf&ei=bEVIT7LdEc6iiAfauoWoDg&usg=AFQjCNGosDMGYVG5j48Mno5lW2D3NiWISg&cad=rja,
Universitas Gunadarma [Accessed 26 Agustus 2018]
Vaughan, Tay. (2004). Multimedia: Making It Work. Edisi VI.
McGraw-Hill Companies, Inc.