Selasa, 19 Maret 2019

Weekly Journal


Weekly Journal
Nama   : Wira Novantri
NIM    : P2A918013
Materi Perkulaiahan : Criteria for authentic assessment of mathematics: Understanding success, failure and inequality
Question number
Question
Selasa, 05 Februari 2019
1
Apa yang telah saya pahami?
ü  Penilaian autentik à menilai secara menyeluruh
ü  Objek dalam penilaian proses pembelajaran adalah guru
ü  Subjek dalam penilaian proses pembelajaran adalah siswa, kepala sekolah, dan pengawas
ü  Beberapa kroteria penilaian Autentik yaitu
1.      Kesesuain dengan kerikulum
2.      Keterlaksaannya oleh guru
3.      Keterlaksanaannya oleh siswa
4.      Motivasi siswa
5.      Keaktifan para siswa dalam kegiatan mengajar
6.      Interaksi guru dan siswa
7.      Kemampuan atau keterampilan guru mengajar
ü  Sasaran penilaian :
Kesesuaian pesan dengan tujuan pengajaran
Kemampuan guru menggunakan teknik pembelajaran
Interaksi guru dengan siswa
Kemampuan guru menggunakan bahan ajar
2
Apa yang belum saya pahami?
Penilaian Auntentik dilakukan secara terus menerus selama kegiatan pembelajaran berlangsung dan meliputi seluruh aspek domain penilain. Penilaian ini cenderung berfokus pada tugas-tugas kompleks atau kontekstual bagi peserta didik yang memungkinkan mereka secara nyata menunjukkan kompetensi atau keterampilan yang dimilikinya. Banyak aspek yang harus dinilai dalam penilaian Kurikulum 2013, penilaian juga dilakukan bersamaan dengan proses pembelajaran, sehingga membuat proses belajar mengajar menjadi kurang efektif. Guru merasa terbebani karena harus menjumlahkan setiap nilai yang diperoleh siswa secara keseluruhan lalu mendeskripsikan nilai yang didapat tersebut per mata pelajaran. Yang belum saya pahami bagaimana cara mengatasi permasalahan guru dalam menerapkan penilaian autentik dan pelaksanaan penilaian autentik
3
Usaha-usaha apa saja yang dilakukan supaya saya paham?
Memahami penilaian autentik itu seperti apa, kemudian mencari jurnal-jurnal hasil penelitian yang relevan untuk menjawab permasalahan yang ada dalam pemikiran saya.
4
Apa Rencana yang akan saya lakukan setelah mempelajari materi ini?
Ketika saya menjadi seorang guru, saya ingin mempelajari lebih dalam tentang penilaian autentik dan berusaha untuk menerapkan penilaian autentik dikelas yang saya bimbing


Nama   : Wira Novantri
NIM    : P2A918013
Materi Perkuliahan : Penilaian afektif dalam pembelajaran matematika
Question number
Question
Kamis, 14 Februari 2019
1
Apa yang telah saya pahami?
ü  penilaian efektif adalah penilaian terhadap reaksi seseorang atau peserta didik tentang suatu objek yang telah diuraikan di atas. Sikap bermula dari perasaan  (suka atau tidak suka ) yang terkait dengan kecendrungan seseorang dalam merespon sesuatu/objek
ü  Menurut Krathwohl (1961) bila ditelusuri hampir semua tujuan kognitif mempunyai komponen afektif. Dalam pembelajaran sains, misalnya, di dalamnya ada komponen sikap ilmiah. Sikap ilmiah adalah komponen afektif. Tingkatan ranah afektif menurut taksonomi Krathwohl ada lima, yaitu: receiving (attending), responding, valuing, organization, dan characterization.
ü  Dalam memilih karakterisitik afektif untuk pengukuran, para pengelola pendidikan harus mempertimbangkan rasional teoritis dan program sekolah. Masalah yang timbul adalah bagaimana ranah afektif akan diukur. Isi dan validitas konstruk ranah afektif tergantung pada definisi operasional yang secara langsung mengikuti definisi konseptual. Menurut Andersen (1980) ada dua metode yang dapat digunakan untuk mengukur ranah afektif, yaitu metode observasi dan metode laporan diri.
ü  Setiap peserta didik memiliki tiga ranah tersebut, hanya kedalamannya tidak sama. Ada peserta didik yang memiliki keunggulan pada ranah kognitif, atau pengetahuan, dan ada yang memiliki keunggulan pada ranah psikomotor atau keterampilan. Namun, keduanya harus dilandasi oleh ranah afektif yang baik. Pengetahuan yang dimiliki seseorang harus dimanfaatkan untuk kebaikan masyarakat. Demikian juga keterampilan yang dimiliki peserta didik juga harus dilandasi olah ranah afektif yang baik, yaitu dimanfaatkan untuk kebaikan orang lain.
2
Apa yang belum saya pahami?
Yang belum saya pahami mengenai indikator penilaian afektif dalam pembelajaran matematika, apakah indikator tersebut ditentukan sendiri oleh guru atau sudah ada ketentuan dalam kurikulum yang diterapkan.
3
Usaha-usaha apa saja yang dilakukan supaya saya paham?
Mencoba mendalami dan memahami terlebih dahulu materi tentang penilaian afektif dalam pembelajaran matematika, membaca sumber informasi lain dari internet, jika masih ada yang belum dipahami, saya bertanya kepada teman untuk meminta pandangan dan persepsi dari teman tersebut.
4
Apa yang saya dapatkan dari teman?
Hasil diskusi bersama teman selama pembelajaran dapat disimpulkan Ranah afektif adalah ranah yang berkaitan dengan sikap dan nilai. Ranah afektif mencakup watak perilaku seperti perasaan, minat, sikap, emosi, dan nilai. Beberapa pakar mengatakan bahwa sikap seseorang dapat diramalkan perubahannya bila seseorang telah memiliki kekuasaan kognitif tingkat tinggi. Ciri-ciri hasil belajar afektif akan tampak pada peserta didik dalam berbagai tingkah laku.
5
Apa yang saya berikan kepada teman?
Memberikan pendapat bahwa Salah satu kemungkinan permasalahan yang dihadapi dalam melakasanakan penilaian afektif yaitu Guru selalu mengutamakan pencapaian target kurikulum.  Guru jarang memperhatikan atau menganalisa berapa persen daya serap anak terhadap materi pelajaran tersebut. Cara mengatasinya guru harus memperhatikan keseimbangan antara penilaian kompetensi sikap, keterampilan dan pengetahuan yang disesuaikan dengan perkembangan karakteristik siswa sesuai dengan jenjangnya


Nama   : Wira Novantri
NIM    : P2A918013
Materi Perkuliahan : Framework for classroom assesment in mathematics
Question number
Question
Kamis, 21 Februari 2019
1
Apa yang telah saya pahami?
ü  Tujuan dari kerangka kerja untuk penilaian kelas dalam matematika adalah untuk membawa tujuan penilaian kelas bersama dengan tujuan pendidikan matematika dengan cara yang mulus dan koheren, dengan hasil yang optimal untuk proses belajar mengajar, dan dengan saran konkret tentang bagaimana membawa penilaian di luar kelas dalam situasi kelas.
ü  standar dan prinsip kerangka penilaian kelas dalam matematika yang diterbitkan oleh NCTM
ü  Kriteria penilaian harus bersifat publik dan diterapkan secara konsisten; dan harus mencakup contoh-contoh penilaian sebelumnya yang menunjukkan pekerjaan dan pekerjaan yang patut dicontoh.
ü  Metode untuk penilaian kelas
ü Framework (Kerangka kerja) dalam penilaian kelas matematika mencakup keseluruhan yaitu:
·      Standar dan prinsip penilaian
·      Kecakapan dan kompetensi Matematika
·      Metode penilaian kelas
·      Level kompetensi Matematika
ü  Penilaian kelas berupa penilaian diri, tugas terstruktur dan tes yang diimplementasikan dalam bentuk rubric
2
Apa yang belum saya pahami?
Penilaian dalam bentuk pemberian tes yaitu berupa tes esai, dalam tes esai untuk menyelesaikan permasalahan matematika, ternyata tes esai memiliki beberapa kekurangan dalam keotentikan proses penilaian
3
Usaha-usaha apa saja yang dilakukan supaya saya paham?
Menelaah dan membaca kembali jurnal tentang Framework dan materi-materi yang relevan seperti materi tentang penilaian kelas. Karena saya memposting yang belum saya pahami pada jurnal ini, maka ada beberapa teman yang ikut menjelaskan dan memberikan komentar pada postingan saya, sehingga dari komentar teman tersebut saya bisa memahami permasalahan yang belum saya pahami.
4
Apa yang saya dapatkan dari teman?
Beberapa teman memberikan argument nya tentang kelemahan pemberian esai kepada siswa dan dapat saya simpilkan dalam beberapa poin kelemahan tes esai yaitu :1) Kadar validitas dan realibilitasnya rendah karena sukar diketahui segi-segi mana dari siswa yang betul-betul telah dikuasai 2) Kurang representative dalam hal mewakili seluruh scope bahan pelajaran yang akan dites karena soalnya hanya beberapa buah saja 3) Cara pemeriksaannya banyak dipengaruhi oleh unsur-unsur subjektif 4) Pemeriksaannya lebih sulit sebab membutuhkan pertimbangan individual 5) Waktu untuk mengoreksinya lama dan dapat diwakilkan kepada orang lain. Dan menanggapi pertanyaan yang kedua, yakni cara memilih format penilaian yang tepat adalah disesuaikan dengan kebutuhan siswa serta memenuhi kriteria penilaian yang baik, baik dari segi validitas, reabilitas maupun objektivitas
5
Apa yang saya berikan kepada teman?
Menyumbangkan pendapat tentang Belajar Tuntas (mastery learning)” yaitu Peserta didik tidak diperkenankan mengerjakan pekerjaan berikutnya, sebelum mampu menyelesaikan pekerjaan dengan prosedur yang benar, dan hasil yang baik. Pada kenyataannya sangat sulit menerapkan belajar tuntas tersebut dalam dunia pendidikan.
Model belajar tuntas pada mulanya diperkenalkan oleh Bloom dan Carroll (1963). Model ini tidak menerima perbedaan prestasi belajar diantara peserta didik.
1.      Metode ini berjalan dengan pandangan psikologis belajar modern yang berpegang kepada prinsip perbedaan individual dan belajar kelompok.
2.      Metode ini memungkinkan belajar peserta didik jadi aktif, memberikan kesempatan peserta didik mengembangkan diri sendiri, memecahkan masalah dengan menentukan dan kerja sendiri.
3.      Guru dan peserta didik bekerja sama secara partisipatif dan persuasive, baik dalam proses belajar maupun dalam bimbingan peserta didik.


Nama   : Wira Novantri
NIM    : P2A918013
Materi Perkuliahan : Analysis of Psychomotor Domain as a Relevant Factor In The Understanding of Mathematical Concepts
Question number
Question
Selasa, 26 Februari 2019
1
Apa yang telah saya pahami?
ü  Nilai hasil ulangan matematika dapat merepresentasikan hasil belajar matematika pada ranah kognitif, sedangkan kemampuan siswa dalam bertanya/mengemukakan pendapat dapat mererpesentasikan aspek dari hasil belajar ranah afektif. Sebagai bentuk representasi dari hasil belajar ranah psikomotorik terlihat dari sebelum bertanya/mengemukakan pendapat siswa mengangkat tanganya.
ü  Ada beberapa ahli yang menjelaskan cara menilai hasil belajar psikomotor. Ryan (1980) menjelaskan bahwa hasil belajar keterampilan dapat diukur melalui (1) pengamatan langsung dan penilaian tingkah laku peserta didik selama proses pembelajaran praktik berlangsung, (2) sesudah mengikuti pembelajaran, yaitu dengan jalan memberikan tes kepada peserta didik untuk mengukur pengetahuan, keterampilan, dan sikap, (3) beberapa waktu sesudah pembelajaran selesai dan kelak dalam lingkungan kerjanya
ü  Untuk melaksanakan pengukuran hasil belajar psikomotor, ada dua hal yang perlu dilakukan, yaitu membuat soal dan membuat perangkat instrument untuk mengamati kinerja peserta didik.Soal untuk hasil belajar psikomotor dapat berupa lembar kerja, lembar tugas, perintah kerja, dan lembar eksperimen.Instrumen untuk mengamati kinerja peserta didik dapat berupa lembar observasi atau portofolio
2
Apa yang belum saya pahami?
kegiatan dalam pembelajaran matematika yang menunjukkan bahwa ranah psikomotorik siswa diperlukan dalam pemahaman suatu konsep matematika, hal ini dikarenakan pengalaman selama belajar matematika hanya dititik beratkan pada aspek kognitif. Hal ini sejalan dengan konsep matematika yang sebagain besar berupa pembelajaran yang banyak menggunakan otak kiri.
3
Usaha-usaha apa saja yang dilakukan supaya saya paham?
Ketika menulis bedah jurnal tentang Analysis of Psychomotor Domain as a Relevant Factor In The Understanding of Mathematical Concepts, penulis memaparkan bagian yang belum dimengerti, selain itu penulis juga bertanya kebeberapa teman yang duduk berdekatan berkaitan dengan bagian yang belum dipahami.
4
Apa yang saya dapatkan dari teman?
Beberapa teman menjelaskan dan memberikan tambahan ilmu kepada saya tentang Contoh kemampuan psikomotor yang dibina dalam belajar matematika misalnya berkaitan dengan kemampuan mengukur (dengan satuan tertentu, baik satuan baku maupun tidak baku), menggambar bentuk-bentuk geometri (bangun datar, bangun ruang, garis, sudut,dll) atau tanpa alat. Contoh lainnya, siswa dibina kompetensinya menyangkut kemampuan melukis jaring-jaring kubus. Kemampuan dalam melukis jaring-jaring kubus secara psikomotor dapat dilihat dari gerak tangan siswa dalam menggunakan peralatan (jangka dan penggaris) saat melukis. Secara teknis penilaian ranah psikomotor dapat dilakukan dengan pengamatan (perlu lembar pengamatan) dan tes perbuatan.
5
Apa yang saya berikan kepada teman?
Menyumbangkan pendapat tentang tolak ukur dalam penilaian psikomotor dalam hal pemahaman konsep, dapat diambil dari kriteria Leighbody (1968) berpendapat bahwa penilaian hasil belajar psikomotor mencakup: (1) kemampuan menggunakan alat dan sikap kerja, (2) kemampuan menganalisis suatu pekerjaan dan menyusun urut-urutan pengerjaan, (3) kecepatan mengerjakan tugas, (4) kemampuan membaca gambar dan atau simbol, (5) keserasian bentuk dengan yang diharapkan dan atau ukuran yang telah ditentukan.


Weekly Journal

Weekly Journal Nama    : Wira Novantri NIM     : P2A918013 Materi Perkulaiahan : Criteria for authentic assessment of mathematics: U...