Weekly
Journal
Nama : Wira
Novantri
NIM :
P2A918013
Materi Perkulaiahan : Criteria for
authentic assessment of mathematics: Understanding success, failure and
inequality
|
Question number
|
Question
|
Selasa, 05 Februari 2019
|
|
1
|
Apa yang telah saya pahami?
|
ü Penilaian autentik à menilai secara menyeluruh
ü Objek
dalam penilaian proses pembelajaran adalah guru
ü Subjek dalam penilaian proses pembelajaran adalah
siswa, kepala sekolah, dan pengawas
ü Beberapa kroteria penilaian Autentik yaitu
1. Kesesuain dengan kerikulum
2. Keterlaksaannya oleh guru
3. Keterlaksanaannya oleh siswa
4. Motivasi siswa
5. Keaktifan para siswa dalam kegiatan mengajar
6. Interaksi guru dan siswa
7. Kemampuan atau keterampilan guru mengajar
ü Sasaran penilaian :
Kesesuaian pesan dengan tujuan pengajaran
Kemampuan guru menggunakan teknik pembelajaran
Interaksi guru dengan siswa
Kemampuan guru menggunakan bahan ajar
|
|
2
|
Apa yang belum saya pahami?
|
Penilaian Auntentik dilakukan secara terus menerus selama kegiatan
pembelajaran berlangsung dan meliputi seluruh aspek domain penilain.
Penilaian ini cenderung berfokus pada tugas-tugas kompleks atau kontekstual
bagi peserta didik yang memungkinkan mereka secara nyata menunjukkan
kompetensi atau keterampilan yang dimilikinya. Banyak aspek yang harus dinilai dalam penilaian Kurikulum 2013, penilaian juga dilakukan bersamaan dengan proses
pembelajaran, sehingga membuat proses belajar mengajar menjadi kurang
efektif. Guru merasa terbebani karena harus
menjumlahkan setiap nilai yang diperoleh siswa secara keseluruhan lalu
mendeskripsikan nilai yang didapat tersebut per mata pelajaran. Yang belum saya pahami bagaimana cara mengatasi permasalahan guru dalam menerapkan
penilaian autentik dan pelaksanaan penilaian autentik
|
|
3
|
Usaha-usaha apa saja yang
dilakukan supaya saya paham?
|
Memahami penilaian autentik itu seperti
apa, kemudian mencari jurnal-jurnal hasil penelitian yang relevan untuk
menjawab permasalahan yang ada dalam pemikiran saya.
|
|
4
|
Apa
Rencana yang akan saya lakukan setelah mempelajari materi ini?
|
Ketika saya menjadi seorang guru, saya
ingin mempelajari lebih dalam tentang penilaian autentik dan berusaha untuk
menerapkan penilaian autentik dikelas yang saya bimbing
|
Nama : Wira
Novantri
NIM :
P2A918013
Materi Perkuliahan : Penilaian afektif
dalam pembelajaran matematika
|
Question number
|
Question
|
Kamis, 14 Februari 2019
|
|
1
|
Apa yang telah saya pahami?
|
ü penilaian
efektif adalah penilaian terhadap reaksi seseorang atau peserta didik tentang
suatu objek yang telah diuraikan di atas. Sikap bermula dari perasaan
(suka atau tidak suka ) yang terkait dengan kecendrungan seseorang dalam
merespon sesuatu/objek
ü
Menurut
Krathwohl (1961) bila ditelusuri hampir semua tujuan kognitif mempunyai
komponen afektif. Dalam pembelajaran sains, misalnya, di dalamnya ada
komponen sikap ilmiah. Sikap ilmiah adalah komponen afektif. Tingkatan ranah
afektif menurut taksonomi Krathwohl ada lima, yaitu: receiving (attending), responding, valuing, organization, dan
characterization.
ü Dalam memilih karakterisitik afektif untuk pengukuran, para
pengelola pendidikan harus mempertimbangkan rasional teoritis dan program
sekolah. Masalah yang timbul adalah bagaimana ranah afektif akan diukur. Isi
dan validitas konstruk ranah afektif tergantung pada definisi operasional
yang secara langsung mengikuti definisi konseptual. Menurut Andersen (1980)
ada dua metode yang dapat digunakan untuk mengukur ranah afektif, yaitu
metode observasi dan metode laporan diri.
ü Setiap
peserta didik memiliki tiga ranah tersebut, hanya kedalamannya tidak sama.
Ada peserta didik yang memiliki keunggulan pada ranah kognitif, atau
pengetahuan, dan ada yang memiliki keunggulan pada ranah psikomotor atau
keterampilan. Namun, keduanya harus dilandasi oleh ranah afektif yang baik.
Pengetahuan yang dimiliki seseorang harus dimanfaatkan untuk kebaikan
masyarakat. Demikian juga keterampilan yang dimiliki peserta didik juga harus
dilandasi olah ranah afektif yang baik, yaitu dimanfaatkan untuk kebaikan
orang lain.
|
|
2
|
Apa yang belum saya pahami?
|
Yang belum saya pahami mengenai indikator
penilaian afektif dalam pembelajaran matematika, apakah indikator tersebut
ditentukan sendiri oleh guru atau sudah ada ketentuan dalam kurikulum yang diterapkan.
|
|
3
|
Usaha-usaha apa saja yang dilakukan
supaya saya paham?
|
Mencoba
mendalami dan memahami terlebih dahulu materi tentang
penilaian afektif dalam pembelajaran matematika, membaca sumber informasi
lain dari internet, jika masih ada yang belum dipahami, saya bertanya kepada
teman untuk meminta pandangan dan persepsi dari teman tersebut.
|
|
4
|
Apa yang saya dapatkan dari
teman?
|
Hasil diskusi bersama teman selama
pembelajaran dapat disimpulkan Ranah afektif adalah ranah yang berkaitan dengan sikap
dan nilai. Ranah afektif mencakup watak perilaku seperti perasaan, minat,
sikap, emosi, dan nilai. Beberapa pakar mengatakan bahwa sikap seseorang
dapat diramalkan perubahannya bila seseorang telah memiliki kekuasaan
kognitif tingkat tinggi. Ciri-ciri hasil belajar afektif akan tampak pada
peserta didik dalam berbagai tingkah laku.
|
|
5
|
Apa yang saya berikan kepada
teman?
|
Memberikan pendapat
bahwa Salah satu kemungkinan permasalahan yang dihadapi dalam melakasanakan penilaian afektif yaitu Guru selalu mengutamakan
pencapaian target kurikulum. Guru jarang memperhatikan atau menganalisa
berapa persen daya serap anak terhadap materi pelajaran tersebut. Cara
mengatasinya guru harus memperhatikan keseimbangan antara penilaian kompetensi
sikap, keterampilan dan pengetahuan yang disesuaikan dengan perkembangan
karakteristik siswa sesuai dengan jenjangnya
|
Nama : Wira
Novantri
NIM :
P2A918013
Materi Perkuliahan : Framework for
classroom assesment in mathematics
|
Question number
|
Question
|
Kamis, 21 Februari 2019
|
|
1
|
Apa yang telah saya pahami?
|
ü Tujuan dari kerangka kerja untuk
penilaian kelas dalam matematika adalah untuk membawa tujuan penilaian kelas
bersama dengan tujuan pendidikan matematika dengan cara yang mulus dan
koheren, dengan hasil yang optimal untuk proses belajar mengajar, dan dengan
saran konkret tentang bagaimana membawa penilaian di luar kelas dalam situasi
kelas.
ü standar dan prinsip kerangka
penilaian kelas dalam matematika yang diterbitkan oleh NCTM
ü Kriteria penilaian harus bersifat
publik dan diterapkan secara konsisten; dan harus mencakup contoh-contoh
penilaian sebelumnya yang menunjukkan pekerjaan dan pekerjaan yang patut
dicontoh.
ü Metode
untuk penilaian kelas
ü Framework
(Kerangka kerja) dalam penilaian kelas matematika mencakup keseluruhan yaitu:
·
Standar dan prinsip penilaian
·
Kecakapan dan kompetensi Matematika
·
Metode penilaian kelas
·
Level kompetensi Matematika
ü Penilaian
kelas berupa penilaian diri, tugas terstruktur dan tes yang diimplementasikan
dalam bentuk rubric
|
|
2
|
Apa yang belum saya pahami?
|
Penilaian dalam bentuk pemberian tes
yaitu berupa tes esai, dalam tes esai untuk menyelesaikan permasalahan
matematika, ternyata tes esai memiliki beberapa kekurangan dalam keotentikan
proses penilaian
|
|
3
|
Usaha-usaha apa saja yang
dilakukan supaya saya paham?
|
Menelaah dan membaca kembali jurnal
tentang Framework dan materi-materi yang relevan seperti materi tentang
penilaian kelas. Karena saya memposting yang belum saya pahami pada jurnal
ini, maka ada beberapa teman yang ikut menjelaskan dan memberikan komentar
pada postingan saya, sehingga dari komentar teman tersebut saya bisa memahami
permasalahan yang belum saya pahami.
|
|
4
|
Apa yang saya dapatkan dari
teman?
|
Beberapa teman memberikan argument nya
tentang kelemahan
pemberian esai kepada siswa dan dapat saya simpilkan dalam
beberapa poin kelemahan tes esai yaitu :1) Kadar validitas dan realibilitasnya rendah karena sukar diketahui
segi-segi mana dari siswa yang betul-betul telah dikuasai 2) Kurang
representative dalam hal mewakili seluruh scope bahan pelajaran yang akan
dites karena soalnya hanya beberapa buah saja 3) Cara pemeriksaannya banyak
dipengaruhi oleh unsur-unsur subjektif 4) Pemeriksaannya lebih sulit sebab
membutuhkan pertimbangan individual 5) Waktu untuk mengoreksinya lama dan
dapat diwakilkan kepada orang lain. Dan menanggapi pertanyaan yang kedua,
yakni cara memilih format penilaian yang tepat adalah disesuaikan dengan
kebutuhan siswa serta memenuhi kriteria penilaian yang baik, baik dari segi
validitas, reabilitas maupun objektivitas
|
|
5
|
Apa yang saya berikan kepada
teman?
|
Menyumbangkan pendapat tentang “Belajar
Tuntas (mastery learning)” yaitu Peserta didik tidak diperkenankan mengerjakan
pekerjaan berikutnya, sebelum mampu menyelesaikan pekerjaan dengan prosedur
yang benar, dan hasil yang baik. Pada kenyataannya sangat sulit menerapkan
belajar tuntas tersebut dalam dunia pendidikan.
Model
belajar tuntas pada mulanya diperkenalkan oleh Bloom dan Carroll (1963).
Model ini tidak menerima perbedaan prestasi belajar diantara peserta didik.
1. Metode
ini berjalan dengan pandangan psikologis belajar modern yang berpegang kepada
prinsip perbedaan individual dan belajar kelompok.
2. Metode
ini memungkinkan belajar peserta didik jadi aktif, memberikan kesempatan
peserta didik mengembangkan diri sendiri, memecahkan masalah dengan
menentukan dan kerja sendiri.
3. Guru
dan peserta didik bekerja sama secara partisipatif dan persuasive, baik dalam
proses belajar maupun dalam bimbingan peserta didik.
|
Nama : Wira
Novantri
NIM :
P2A918013
Materi
Perkuliahan : Analysis of Psychomotor Domain as a Relevant Factor In The
Understanding of Mathematical Concepts
|
Question number
|
Question
|
Selasa, 26 Februari 2019
|
|
1
|
Apa yang telah saya pahami?
|
ü Nilai hasil ulangan
matematika dapat merepresentasikan hasil belajar matematika pada ranah
kognitif, sedangkan kemampuan siswa dalam bertanya/mengemukakan pendapat
dapat mererpesentasikan aspek dari hasil belajar ranah afektif. Sebagai
bentuk representasi dari hasil belajar ranah psikomotorik terlihat dari
sebelum bertanya/mengemukakan pendapat siswa mengangkat tanganya.
ü Ada
beberapa ahli yang menjelaskan cara menilai hasil belajar psikomotor. Ryan
(1980) menjelaskan bahwa hasil belajar keterampilan dapat diukur melalui (1)
pengamatan langsung dan penilaian tingkah laku peserta didik selama proses
pembelajaran praktik berlangsung, (2) sesudah mengikuti pembelajaran, yaitu
dengan jalan memberikan tes kepada peserta didik untuk mengukur pengetahuan,
keterampilan, dan sikap, (3) beberapa waktu sesudah pembelajaran selesai dan
kelak dalam lingkungan kerjanya
ü Untuk
melaksanakan pengukuran hasil belajar psikomotor, ada dua hal yang perlu
dilakukan, yaitu membuat soal dan membuat perangkat instrument untuk
mengamati kinerja peserta didik.Soal untuk hasil belajar psikomotor dapat
berupa lembar kerja, lembar tugas, perintah kerja, dan lembar
eksperimen.Instrumen untuk mengamati kinerja peserta didik dapat berupa
lembar observasi atau portofolio
|
|
2
|
Apa yang belum saya pahami?
|
kegiatan dalam pembelajaran
matematika yang menunjukkan bahwa ranah psikomotorik siswa diperlukan dalam pemahaman
suatu konsep matematika, hal ini dikarenakan pengalaman selama belajar
matematika hanya dititik beratkan pada aspek kognitif. Hal ini sejalan dengan
konsep matematika yang sebagain besar berupa pembelajaran yang banyak
menggunakan otak kiri.
|
|
3
|
Usaha-usaha apa saja yang
dilakukan supaya saya paham?
|
Ketika
menulis bedah jurnal tentang Analysis of Psychomotor Domain as a Relevant Factor In The
Understanding of Mathematical
Concepts, penulis memaparkan bagian yang belum dimengerti,
selain itu penulis juga bertanya kebeberapa teman yang duduk berdekatan
berkaitan dengan bagian yang belum dipahami.
|
|
4
|
Apa yang saya dapatkan dari
teman?
|
Beberapa teman menjelaskan dan
memberikan tambahan ilmu kepada saya tentang Contoh kemampuan psikomotor yang dibina dalam belajar
matematika misalnya berkaitan dengan kemampuan mengukur (dengan satuan
tertentu, baik satuan baku maupun tidak baku), menggambar bentuk-bentuk
geometri (bangun datar, bangun ruang, garis, sudut,dll) atau tanpa alat.
Contoh lainnya, siswa dibina kompetensinya menyangkut kemampuan melukis
jaring-jaring kubus. Kemampuan dalam melukis jaring-jaring kubus secara
psikomotor dapat dilihat dari gerak tangan siswa dalam menggunakan peralatan
(jangka dan penggaris) saat melukis. Secara teknis penilaian ranah psikomotor
dapat dilakukan dengan pengamatan (perlu lembar pengamatan) dan tes
perbuatan.
|
|
5
|
Apa yang saya berikan kepada
teman?
|
Menyumbangkan pendapat tentang tolak ukur dalam penilaian psikomotor dalam hal
pemahaman konsep, dapat diambil dari kriteria Leighbody (1968) berpendapat
bahwa penilaian hasil belajar psikomotor mencakup: (1) kemampuan menggunakan
alat dan sikap kerja, (2) kemampuan menganalisis suatu pekerjaan dan menyusun
urut-urutan pengerjaan, (3) kecepatan mengerjakan tugas, (4) kemampuan
membaca gambar dan atau simbol, (5) keserasian bentuk dengan yang diharapkan
dan atau ukuran yang telah ditentukan.
|